MATA adalah gambaran jiwa, dari mata turun ke hati, mata dapat “berkata”. Istilah-istilah tersebut menggambarkan bagaimana perasaan dapat tertampakkan dari cara seseorang memandang. Begitu juga saat orang jatuh cinta. Dari saat seseorang bertemu dengan orang yang disukai dan kemudian ‘mengakui” telah jatuh cinta, sepertinya tak akan jauh-jauh dari istilah memandang, dari seputar indera penciteraan itu.

Zick Rubin, seorang psikolog dari Harvard University menyebutkan, secara ilmiah rasa cinta dapat timbul dari saling memandang dengan penuh kekaguman. Menurut penelitiannya, saat seseorang ditatap lama oleh orang lain, otak akan melepaskan phenylethylamine (PEA), semacam senyawa kimia dari amfetamine. Senyawa inilah yang membuat tangan berkeringat, perut bergejolak, hati berdegup kencang, dan rasa suka timbul. Pada umumnya, pria menggunakan ‘cara memandang’ ini untuk menyampaikan ketertarikannya. Lanjut membaca