Melajang dan Bahagia, Kenapa Tidak?

APAKAH Anda bahagia hidup sebagai lajang? Pertanyaan ini tentu sudah sangat akrab di telinga wanita single yang hidupnya terlihat baik-baik saja, mapan dan mandiri tanpa pendamping atau pasangan. Bahkan, tren nikah muda yang merebak di kalangan wanita muda usia sepertinya sudah tak lagi menghinggapi keinginan para wanita single untuk cepat-cepat mengakhiri masa lajangnya meski usia sudah hampir mencapai ambang 30-an.

Namun tak dipungkiri, pilihan melajang atau menikah masih menjadi polemik bagi kehidupan wanita masa kini yang seakan dituntut untuk selalu terlihat sempurna dalam pandangan sosial kemasyarakatan. Wanita yang melajang pun lantas dianggap ‘belum laku’ atau ‘desperate woman’. Label yang melekat pada wanita ini yang lalu seringkali menjadi siksaan psikis yang sangat mengganggu. Padahal, menjadi lajang bagi mereka adalah pilihan hidup, bukannya ingin menjauhkan diri dari kebahagiaan. Lanjut membaca